HUT Jambi ke 62 Tahun, Akademisi: Pemprov Jambi Harus Berinovasi  



Senin, 07 Januari 2019 - 11:19:51 WIB



JAMBERITA.COM - Akademisi sekaligus mitra Bappenas pada evaluasi kinerja Pemerintah Daerah (EKPD) Prof Dr Johanes Simatupang SE MSi mengatakan, memasuki usai ke 62 Tahun 2019 Pemerintah Provinsi Jambi harus berinovasi.

Salah satu yang menjadi sorotan dirinya yaitu mengenai potensi yang dimiliki oleh Destinasi Wisata Gunung Kerinci yang disebut sebut sudah termasuk dalam 100 top event wonderful Indonesia ternyata belum ada apa-apanya.

"Wisata kerinci itu maaf, baru disebut-sebut, karena uji dari destinasi itu ada aksesibiliti dan atraksi, dan komponen komponen ini belum terpenuhi," ungkapnya saat dimintai keterangan akan harapannya di hari jadi Provinsi Jambi, di Gedung UNJA Telanai, Jum'at (4/1/2019).

Dirinya menjelaskan, di Kerinci ada Kendurisko tetapi dilakukan dengan rutinitas tanpa peningkatan nilai, dan akses sangat rendah karena jalan ke desa-desa belum tercapai. Untuk itu dia meminta Pemda mulai membangun apa yang sudah dimiliki.

"Kita lihat di kerinci pemandian air panas ketika lebaran sibuk mengurusi tukang parkir daripada membuat air panas itu menjadi sesuatu yang menjadi pendapatan," katanya.

Selanjutnya dia mengatakan, setiap kali adanya agenda Festival Danau Kerinci selalu terjadi keributan karena urusan tarif parkir, yang sebenarnya itu tidak boleh terjadi.

"Seharusnya Pemda sebenarnya sudah menyiapkan sarana umum, jangan diserahkan ke masyarakat, kenapa, ya seperti itu, orang (wisatawan, red) pada akhirnya pulang dan kecewa," jelasnya.

Jadi menurutnya pemerintah daerah harus progresif. Misalnya khusus tahun ini membenahi jalan ke destinasi wisata dan tahun selanjutnya berikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menyediakan homestay.

"Perencanaan itu harus memang dikerjakan, jangan cuma bisa disebut destinasi wisata tetapi tidak tahu apa yang dikerjakan," terangnya.

Menurut guru besar Unja ini,  pengelolaan wisata gunung kerinci belum maksimal. Apalagi dibandingkan dengan negara lain. Makanya pemerintah harus meningkatkan insfratruktur dasar yaitu jalan.

"Dimana rutenya dari Solo, ke Kerinci Kayu Aro, Sungai Penuh dan tembus ke Kabupaten Merangin yang potensi wisatanya hampir mirip dengan Kerinci, hingga rute akhir pada wisatawan bisa ditampung di Bandara Muaro Bungo," jelasnya.

Selain insfratruktur dan dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai, di sekitaran itu, harus tersedianya jaringan internet.

Karena dengan internet pula para wisatawan baik dari luar daerah dan negara ketika hendak menikmati wisata kerinci dapat memboking pesawat.

"Apabila hal itu dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah, tentu saja hal tersebut dapat mensejahterakan rakyat dengan perekonomian," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi